Jakarta, Komunitastodays.com, — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat membekali siswa SMK Cengkareng 2 dengan keterampilan menghadapi dunia kerja sekaligus edukasi pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan sosialisasi terpadu, Selasa (29/9).
Kegiatan tersebut digelar untuk mempersiapkan mental dan keterampilan siswa sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Selain itu, kegiatan bertujuan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Agus Ramdani, mengatakan siswa SMK perlu mempersiapkan diri melalui konsep BMW, yakni Bekerja, Melanjutkan pendidikan, dan Wirausaha.
Menurut Agus, Pemkot Jakarta Barat juga menyiapkan sejumlah peluang kerja sama ketenagakerjaan luar negeri yang dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan SMK.
Selain membahas ketenagakerjaan, Agus mengingatkan sekolah dan siswa untuk menerapkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Ia meminta sampah kering, sampah basah, serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dipilah dan tidak lagi dicampur.
Sementara itu, Rian Alfian dari Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat menyampaikan bahwa tersedia 20 jenis pelatihan kerja gratis melalui program reguler maupun Mobile Training Unit (MTU).
Pelatihan tersebut di antaranya teknik pendingin atau AC, otomotif, tata boga, hingga barista. Program ini dapat menjadi alternatif bagi siswa yang ingin mengembangkan keterampilan praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Di bidang lingkungan, Pengawas Kebersihan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Subarna Martadinata, mengajak para siswa mempraktikkan langsung pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) oleh Kapospol Cengkareng Timur, Hariansyah. Ia mengingatkan siswa untuk menjaga nama baik sekolah dan orang tua dengan langsung pulang setelah kegiatan serta menjauhi berbagai bentuk kejahatan dan kenakalan remaja.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekolah maupun lingkungan sekitar. (Fer)


























