Jakarta, Komunitastodays.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mendapatkan alokasi sebanyak 2.000 unit program bedah rumah pada tahun 2026 meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya 2025 hanya mendapatkan 10 program bedah rumah.
Demikian disampaikan Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainah, bersama Wakil Wali Kota Ali Murthado dan Sekretaris Kota Imron saat mengikuti rapat koordinasi evaluasi progres program bedah rumah yang diselenggarakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI secara hybrid, Selasa (13/10)

Rapat tersebut yang dipimpin Menteri PKP RI, Maruarar Sirait, dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia antara lain Wali Kota Jakarta Barat, Bupati Banyumas, Bupati Brebes, Bupati Bandung, Wali Kota Medan, Wali Kota Surabaya, Bupati Jember, serta Bupati Blora.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memaparkan mengenai alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah di Jakarta Barat meningkat dari 10 unit pada 2025 menjadi 2.000 unit pada 2026.
Menurut Iin, pelaksanaan program didukung koordinasi dengan pihak balai serta regulasi baru melalui Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026 yang mempermudah proses administrasi dan kepemilikan tanah bagi penerima bantuan.
Pihaknya juga mengintegrasikan pendataan penerima bantuan dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, khususnya untuk mengidentifikasi warga dengan dugaan tuberkulosis (TBC) yang membutuhkan rumah sehat. Validasi data turut melibatkan kader Dasawisma serta jajaran kecamatan dan kelurahan.
Lebih lanjut diungkapkan Iin, Pemkot Jakarta Barat menargetkan pengerjaan fisik 2.000 unit rumah rampung pada 28 Desember 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 unit dialokasikan untuk Kecamatan Tambora yang memiliki kawasan permukiman padat penduduk.
Sementara itu, Menteri PKP RI, Maruarar Sirait mengapresiasi pelaksanaan program bedah rumah di Jakarta Barat dan meminta agar penanganannya terus dikawal. (Ferry)

























