Jakarta, Komunitastodays.com,– Sebanyak 100 murid TKN Meruya Utara 01 dan TPA Negeri Bale Bermain Pelangi mengikuti simulasi ibadah haji atau manasik haji di Walkot Farm, Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pendidikan agama sejak dini, khususnya rukun Islam kelima, yakni menunaikan ibadah haji.

Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Wawat Rusmanawati, mengatakan pengenalan manasik haji melalui simulasi dapat memberikan gambaran kepada anak-anak mengenai tahapan pelaksanaan ibadah haji.
Menurut Wawat, meskipun manasik haji belum diwajibkan bagi anak usia dini, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembelajaran agama yang dikemas secara menyenangkan dan mudah dipahami.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal tata cara ibadah haji sekaligus belajar menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, manasik haji juga bertujuan melatih kedisiplinan dan kemandirian anak. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak dibiasakan berjalan tertib, mengikuti arahan, serta melaksanakan rangkaian kegiatan tanpa didampingi orang tua.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Anak-anak dapat berinteraksi dengan teman sebaya di luar lingkungan pembelajaran di kelas.
Wawat menambahkan, simulasi manasik haji turut menstimulasi kemampuan kognitif dan psikomotorik anak. Hal itu dilakukan melalui kegiatan menghafal doa, mempraktikkan gerakan tawaf dan sai, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Aspek spiritual juga diperkenalkan melalui pembelajaran dan praktik ibadah secara langsung.
Terkait pemilihan lokasi, Wawat menilai Walkot Farm memiliki fasilitas edukasi dan area bermain yang mendukung kegiatan anak usia dini. Lingkungan yang sejuk, pepohonan, serta keberadaan gazebo membuat anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan gembira.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Jakarta Barat yang telah menyediakan Walkot Farm sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar dan beraktivitas.
Wawat berharap kegiatan manasik haji dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap agama sekaligus membiasakan mereka menerapkan nilai-nilai positif, seperti kemandirian, kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Dalam simulasi tersebut, para murid mempraktikkan sejumlah tahapan ibadah haji, mulai dari berkumpul di titik awal, berniat ihram, tawaf mengelilingi replika Ka’bah, sai, melempar jumrah, hingga mengikuti salat berjamaah.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal rangkaian ibadah haji sejak dini, tetapi juga memahami nilai-nilai keagamaan dan perilaku positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Ferry)


























