Jakarta, Komunitastodays.com, — Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat memberikan edukasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Tahun 2026 kepada 50 pelajar SMA, SMK, dan madrasah di Royal Palm Hotel, Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan nilai-nilai Pancasila, literasi digital, bela negara, serta pencegahan radikalisme dan ekstremisme di kalangan generasi muda.

Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Holi Susanto, mengatakan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nasionalisme dan karakter generasi muda di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi.
Menurut Holi, generasi muda, khususnya anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tidak hanya memiliki peran sebagai pengibar bendera. Mereka juga diharapkan mampu menjadi duta Pancasila yang mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda harus mampu membawa nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital,” ujar Holi.
Ia menekankan tiga hal strategis dalam pembinaan tersebut, yakni penguatan nilai-nilai Pancasila di ruang digital, sinergi dalam mencegah radikalisme dan ekstremisme, serta pembentukan karakter kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan.
Sementara itu, Kasubkel Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Politik Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Pepen Kuswandi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membina karakter dan ideologi kebangsaan pelajar.
Pembinaan juga diarahkan untuk memperkuat komitmen generasi muda terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Densus 88, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Paskibraka Indonesia (DPPI).
Materi yang diberikan meliputi pencegahan radikalisme dan ekstremisme, literasi digital berbasis Pancasila, serta penguatan peran Paskibraka sebagai duta Pancasila.
Salah satu peserta dari SMAN 96 Jakarta, Lydianda Azalea, mengaku memperoleh pengalaman dan wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pemahaman tambahan mengenai penerapan nilai Pancasila sekaligus pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media digital.(Mor)





















