Menu

Otomatis
Berita Terbaru

Kesehatan

Tips Sehat di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Waspadai Dampaknya dalam Hitungan Jam hingga Berhari-hari

badge-check

Tips Sehat di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Waspadai Dampaknya dalam Hitungan Jam hingga Berhari-hari Perbesar

Jakarta, Komunitastodays.com, — Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik yang muncul secara akut dalam hitungan jam hingga sekitar tujuh hari, maupun keluhan yang dapat menetap atau berkembang secara kronis selama 7–14 hari atau lebih. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan perlindungan diri dan mengurangi paparan abu vulkanik.

Menurut Dr. dr. Ngabila Salama, MKM, Senin (7/9/2026) mengatakan bahwa dampak akut paparan abu vulkanik antara lain iritasi mata dan kulit, sakit kepala, diare, batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan hingga sesak napas akibat gangguan saluran pernapasan. Pada penderita asma dan PPOK, paparan abu juga dapat memicu kekambuhan.

Sementara itu, paparan yang berkelanjutan dapat berhubungan dengan gangguan kesehatan yang lebih luas, termasuk gangguan sirkulasi seperti hipertensi dan penyakit jantung, gangguan hormonal, serta masalah kesehatan mental.

Langkah pencegahan

Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko:

Hindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, anak usia di atas 3 tahun dan orang dewasa sebaiknya menggunakan masker KN95, KF94, atau N95. Masker perlu diganti setiap 4–8 jam atau segera jika sudah basah.
Lindungi mata dan kulit. Gunakan kacamata, terutama saat berada di luar, serta pakaian yang menutup tubuh tetapi tetap nyaman. Setelah kembali ke rumah, segera ganti dan cuci pakaian serta mandi hingga bersih untuk menghilangkan debu yang menempel.
Jaga kondisi tubuh. Perbanyak minum air putih, sekitar 3–4 liter per hari sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing. Bila mata mengalami iritasi, dapat menggunakan tetes mata steril. Gunakan pelembap untuk menjaga kulit dan konsumsi makanan bergizi, terutama yang cukup protein.
Jangan menyapu abu dalam kondisi kering. Abu vulkanik sebaiknya disiram atau dibasahi terlebih dahulu dengan air agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Kurangi masuknya abu ke dalam rumah. Tutup pintu dan jendela. Penggunaan AC dan air purifier dengan filter HEPA dapat membantu, dengan catatan perangkat dibersihkan secara rutin sesuai petunjuk.
Jangan abaikan tanda bahaya

Konsultasikan segera dengan dokter apabila muncul sakit kepala atau diare hebat, iritasi mata atau kulit yang berat, maupun sesak napas.

Dr. Ngabila juga mengingatkan agar masyarakat, khususnya kelompok berisiko tinggi seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta (komorbid), memprioritaskan konsultasi melalui layanan telemedicine atau layanan kesehatan daring apabila memungkinkan, termasuk memanfaatkan pengantaran obat untuk mengurangi kebutuhan keluar rumah selama paparan abu masih tinggi.

“Yang terpenting adalah mengurangi paparan, melindungi saluran pernapasan dan mata, serta segera mencari pertolongan apabila muncul gejala yang berat,” ujar Dr. dr. Ngabila Salama, MKM. (Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Selanjutnya

Dr. Hendri Jayadi: Kepemimpinan dan integritas mutlak dimiliki mahasiswa masa kini

15 Sep 2026 - 09:50 WIB

Dr. Hendri Jayadi: Kepemimpinan dan integritas mutlak dimiliki mahasiswa masa kini

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

14 Sep 2026 - 07:54 WIB

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

14 Sep 2026 - 07:53 WIB

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

Kembali Dipercaya Pimpin PJSI, Kasad Maruli Simanjuntak Lanjutkan Misi Judo Indonesia Tembus Prestasi Dunia

13 Sep 2026 - 16:54 WIB

Kembali Dipercaya Pimpin PJSI, Kasad Maruli Simanjuntak Lanjutkan Misi Judo Indonesia Tembus Prestasi Dunia

Kontroversi Obligasi Daerah Jakarta, Didik J. Rachbini Ingatkan Risiko Gagal Bayar

13 Sep 2026 - 16:43 WIB

Kontroversi Obligasi Daerah Jakarta, Didik J. Rachbini Ingatkan Risiko Gagal Bayar
Trending di Headline