Jakarta, Komunitastodays.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menggelar kick off Gerakan Warga Cegah Kebakaran di halaman SDN Duri Utara 01-06, Kecamatan Tambora, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi serta simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan upaya pencegahan kebakaran harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut dinilai penting, khususnya di Kecamatan Tambora yang memiliki kepadatan penduduk dan aktivitas masyarakat cukup tinggi.

“Pencegahan kebakaran harus menjadi gerakan bersama. Kita harus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini,” ujar Iin.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha terpasang sesuai dengan standar keselamatan. Menurutnya, kelalaian dalam penggunaan listrik menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Selain masyarakat, Iin meminta para pelaku usaha, pemilik pabrik, dan pengelola gudang memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang layak dan berfungsi dengan baik.
Iin menginstruksikan jajaran Kecamatan Tambora bersama Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat serta Satpol PP melakukan pengecekan APAR di sejumlah tempat usaha.
“APAR harus tersedia dan dipastikan kondisinya baik serta bisa digunakan ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri, mengatakan Kecamatan Tambora memiliki 11 kelurahan, 96 RW, dan 1.083 RT.
Hingga saat ini, sebanyak 79 RW telah mendapatkan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Sedangkan 17 RW lainnya ditargetkan segera mendapatkan sosialisasi serupa.
Suheri menambahkan, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 449 APAR kepada masyarakat. Selain itu, terdapat dukungan 1.264 APAR mandiri dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurutnya, keberadaan APAR tersebut harus diikuti dengan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala. Masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan APAR agar dapat melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, digelar pula simulasi penanggulangan kebakaran yang melibatkan Sudis Gulkarmat, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), pengurus RT/RW, kelurahan, kecamatan, serta unsur masyarakat.
Simulasi yang disaksikan langsung Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Jakarta Barat itu memperagakan cara penanggulangan kebakaran menggunakan alat pemadaman tradisional maupun APAR.
Melalui Gerakan Warga Cegah Kebakaran, Pemkot Jakarta Barat berharap kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mencegah serta menghadapi kebakaran semakin meningkat, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak dini. (Ferry)
























