Jakarta, Komunitastodays.com, — Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat terus memperkuat penanganan anak tidak sekolah (ATS) sebagai bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan. Hingga saat ini, sebanyak 18 anak ATS telah berhasil disalurkan kembali ke sekolah negeri maupun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di wilayah Jakarta Barat 2.
Kasudin Pendidikan JB 2, M. Arif Rachman. Selasa (11/8/2026) mengatakan bahwa anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah dan kini telah kembali mendapatkan pendidikan dapat terus menjaga semangat belajar dan tidak merasa rendah diri.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak demi mempersiapkan masa depan mereka.
“Kami berharap mudah-mudahan anak-anak yang putus sekolah ini bisa mendapatkan pendidikan yang layak sesuai usia mereka”.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk turut berperan dalam menemukan dan membantu anak-anak yang masih berada di luar sistem pendidikan.
Penanganan ATS, kata dia, bukan hanya persoalan mengembalikan anak ke sekolah, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan dukungan agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah, tutupnya.
Kepala Seksi PAUD dan Pendidikan Masyarakat (PMPK) Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, Selasa ( 11/8/2026) Wawat Rusmanawati, mengatakan penanganan ATS dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan apabila mengetahui keberadaan anak yang belum atau tidak bersekolah.
“Kami membuka layanan bagi masyarakat yang memiliki informasi mengenai anak ATS di sekitar wilayah Jakarta Barat 2. Nantinya, anak tersebut akan kami bantu untuk mendapatkan akses pendidikan,” ujar Wawat.
Menurutnya, penanganan ATS tidak dapat dilakukan sendiri oleh Sudin Pendidikan. Pihaknya bersinergi dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), mulai dari kecamatan, kelurahan, Sudin Sosial hingga Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Kolaborasi tersebut diperlukan terutama untuk membantu anak-anak yang terkendala dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), maupun dokumen identitas orang tua.
Salah satu contoh penanganan tersebut dilakukan terhadap Muhammad Gilang, anak berusia 6 tahun 10 bulan yang sebelumnya belum mengenyam pendidikan. Setelah dilakukan pendampingan dan koordinasi lintas instansi, Gilang kini telah bersekolah di SDN Grogol 05.
“Untuk ATS di SDN Grogol 05 atas nama Muhammad Gilang. Ananda Gilang kita masukkan ke SDN Grogol 05 karena sebelumnya belum bersekolah dan saat ini usianya sudah 6 tahun 10 bulan,” kata Wawat.
Ia menjelaskan, proses pengurusan dokumen kependudukan Gilang juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ayah Gilang sebelumnya tidak memiliki sejumlah dokumen kependudukan yang diperlukan.
“Alhamdulillah, kemarin kami bekerja sama dengan Sudin Sosial dan Sudin Kependudukan. Ketika kami mintakan dokumen-dokumen kependudukan, ayahanda Gilang tidak memiliki itu. Jadi, dari Sudin Pendidikan, Sudin Sosial, Sudin Dukcapil, juga kelurahan setempat, kita bekerja sama untuk membantu membuatkan dokumen kependudukannya,” ujarnya.
Wawat menambahkan, hingga saat ini terdapat 18 anak ATS yang telah dikembalikan ke lingkungan pendidikan di wilayah Jakarta Barat 2. Mereka ditampung di sekitar empat hingga lima sekolah yang bersedia menerima anak-anak tersebut.
“JB 2 sampai saat ini sudah sebanyak 18 anak putus sekolah yang sudah kita masukkan dalam lingkup pendidikan di JB 2. Ada kurang lebih sekitar empat atau lima sekolah yang menampung 18 anak ATS tersebut,” katanya.
Kepala Sekolah SDN Grogol 05, Hikmah, menyampaikan rasa syukur karena Gilang kini telah kembali mendapatkan hak pendidikannya. Menurutnya, terdapat bangku kosong di kelas 1C yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menerima Gilang.
“Alhamdulillah Gilang pada saat ini sudah bersekolah di SDN Grogol 05. Memang ada bangku kosong di kelas 1C. Semua itu terjalin berkat kerja sama antara Kasudin JB 2 dengan dinas-dinas terkait, sehingga proses ATS Gilang sudah berjalan dengan baik,” kata Hikmah.
Ia menambahkan, Gilang juga mulai menunjukkan semangat untuk belajar setelah mendapatkan kesempatan bersekolah.
“Alhamdulillah Gilang juga sudah semangat belajar. Terima kasih,” ujarnya.
Sementara itu, orang tua Gilang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, khususnya Sudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, yang telah membantu anaknya kembali bersekolah.
“Saya banyak terima kasih karena anak saya sudah bisa sekolah lagi. Saya mengucapkan terima kasih banyak,” ungkapnya. (Ferry)

























