oleh

Upacara Kematian Suku Nias Hulo Batu Bawodobara,Diiringi Tarian Perang Baluse

-Berita, Parbud-877 views

Nisel, Komunitastodays,- upacara kematian bangsawan dinias selatan, Hulo Batu Bowodobara sebelum dimakamkan, mayat yang sudah di letakkan dalam peti kayu berkepala Naga, diarak dalam prosesi keliling kampung selama 9 kali keliling. Dengan dikawal diatas peti atau disamping peti zenazah kepala suku Adatnya dengan dua pengawal perang panglima perang dan dengan ribuan prajurit perang hulo batu bawodobara nias.

Dalam prosesi pemakaman upacara kematian kepala suku nias hulo batu bawodobara tanggal,Sabtu, (20/11/2021) ini, diarak arak prosesi agung diiringgi oleh nyanyian perang nias hulo batu dengan alat alat perang Baluse, tarian Maluaya oleh warga kampung dan warga lain turut belasungkawa.

Dalam prosesi kematian kepala suku ini, sebelum harinya di bawah ditempat peristirahatnya yang terakhir selama satu minggu. Diadakkan acara adat perjamuan fatomesa maluaya dalam arti upacara khusus kepada bangsawan Siulu Banua dengan melakukan tarian tarian perang diagungkan.

Jika upacara kematian seorang bangsawan atau keturunanya Raja tidak agung, maka hal itu merupakkan pukulan yang memalukkan terhadap anak anak dan keluarganya.

Dimana dipulau nias hulo batu ini, masih sangat hirarkis dengan perbedaan keturunan bangsawan,orang biasa menengah dan budak.
Dimana bangsawan ini di bedakan dari masyarakat umum termasuk yang memegang budak.

Dalam upacara prosesi kematian kepala suku hulo batu bawodobara nias selatan ini, dilakukkan dua upacara agar nantinya roh/arwah telah meninggal bisa tenang menuju alam baka :
1. Upacara Maluaya serta mamee jumane.
2. Upacara tarian perang Baluse, fasihi fatelesa. (A.b.L).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed