oleh

Sosok Tuna Netra Di Malioboro

-Berita, Daerah-113 views

Jogja,Komunitastodays,- geliatnya sebuah kota tak hanya sebatas aktivitas ekonomi para penjaja warung makanan,angkringan, atau hilir mudiknya masyarakat di seputar kawasan pertokoan.

Geliat itu juga hadir pada sosok-sosok disabilitas yang memperagakan ketrampilannya dalam seni suara.

Dua tuna netra yang memiliki bakat dalam seni tarik suara, mampu menarik perhatian banyak orang hingga berkumpul dalam menyaksikan suara emas mereka, malam minggu lalu. Berbekal satu buah gitar tua dan sound system, keduanya mampu menghipnotis warga yang tengah menghabiskan malam Minggunya di tengah kota.

Sejumlah anak muda yang menghabiskan malam minggu bersama teman dan pacar di kawasan Jl. Malioboro, Yogyakarta, tak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan penampilan dua tuna netra ini di depan Mal Matahari.

Mereka melantunkan sejumlah tembang lawas dan terkini, dengan kualitas suara yang mirip penyanyi terkenal di Tanah Air. Beberapa kali penonton memesan lagu kesayangannya untuk dinyanyikan. Terharu mendengar lagu-lagu pesanannya, Alvin dan Ghea menyodorkan selembar Rp 50.000 sebagai ucapan terima kasih. Dua sejoli ini memang sedang menjalin hubungan yang serius menuju jenjang perkawinan.

Lagu itu membawa Alvin dan Ghea pada saat mereka mulai pacaran, beberapa tahun lalu. Ada nostalgia yang dihidupkan kembali lewat tembang lawas itu, lewat bibir sang tuna netra, malam itu, Sabtu (13/11/2021)

Kehadiran suara tuna netra di tengah keramaian kota, tentu saja menambah semaraknya kota Yogyakarta di malam hari. Sekaligus kehadiran mereka menandakan bangkitnya ekonomi rakyat kecil. Pandemi bak bencana alam yang melabrak sendi-sendi ekonomi mereka, yang sebelum pandemi itu datang, mereka juga sudah terpuruk. Ada kepasrahan yang menusuk ulu hati mereka.

Sejak pandemi Covid-19 terus melandai, Yogyakarta terus bangkit dari keterpurukan ekonominya dan bersolek rupa pada ekonomi rakyat kecil. Perlahan namun pasti, mereka mencoba untuk bangkit dengan menata ulang hidupnya. Mereka hanya butuh suasana damai yang dijamin pemerintah agar ada kepastian untuk menata hidup ke depan.

Dibukanya berbagai akses bagi masyarakat membuat ekonomi rakyat di kota ini cepat bertumbuh dan berkembang menuju kenormalan semula.

Sebuah kota menjadi indah karena dibangun secara bersama-sama, oleh pemerintah, swasta, juga oleh rakyat jelata. Dan kini, keindahan itu dinikmati secara bersama-sama oleh semua kalangan.

Pada sosok kedua tuna netra yang menghibur di Malioboro pada Sabtu itu, kita ikut merasakan getaran kebersamaan sesama anak warga Kota Yogyakarta.* (Rika)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed