oleh

Menikmati Kuliner Diterpa Angin Semilir Di Dadap Sumilir

-Berita, Parbud-99 views

Jogja,Komunitastodays,-Kuliner lokal yang tersaji di atas banyak berkisah tentang kearifan lokal masyarakatnya. Usai panen padi pada tradisi masyarakat Jawa, mereka mengucapkan syukur dengan menghadirkan nasi wiwit. Selain enak dan sehat, nasi wiwit mengungkapkan rasa kebersamaan. Pada sepiring nasi wiwit terbaca filosofi kaum petani sawah Jawa.

Tapi, tak usah harus menunggu datangnya panen padi baru hidangan nasi wiwit bisa dinikmati. Cukup Anda melangkah ke kawasan destina wisata kuliner di Jalan Raya Kali Gesing, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta, sepiring nasi wiwit dapat Anda nikmati di bawah sumilir angin. Bertandanglah ke Dadap Sumilir.

Dibangun pada masa pandemi Covid-19, tahun 2020, Dadap Sumilir berani menantang arus dampak pandemi, yang membuat banyak destinasi wisata tutup. Dibangun dengan sisa-sisa materi bangunan dari sebuah pameran, pemilik Dadap Sumilir, seorang Event Organizer, mencoba mendirikan usaha ini dengan merekrut pegawainya dari pemuda lokal yang terdampak pandemi Covid-9.

Tak heran bila nama Dadap Sumilir sampai ke telinga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, yang tiba-tiba mendatangi lokasi wisata ini. Sandiaga memberi apresiasi dan kagum dengan gerak ekonomi melawan arus pandemi itu.

Bisnis kuliner ini mengambil posisi bangunan pendopo outdoor lebih dominan (70 persen), sehingga pemandangan bentangan alam indah Bukit Menoreh dapat memanjakan mata. Ada lagi dua lantai bangunan berkerangka besi (indoor) untuk yang tak suka berlama-lama di alam terbuka.

Dadap Sumilir berusaha memberi nuansa makan dan jajan di area pematang sawah. Di malam hari, dari situ bisa terlihat gemerlap lampu kota Yogyakarta. Kuliner di sini menyediakan makanan tradisional Jawa dan modern. Ada nasi wiwit andalannya, sayur-sayuran dan minuman segar. Sejak awal, pemiliknya bermaksud mengangkat kuliner lokal.

Dadap Sumilir bisa menampung 250 pengunjung setiap hari. Ada lahan parkir yang cukup untuk menampung kendaraan konsumen yang datang.

Yang menarik, Dadap Sumilir juga menyediakan spot fotografi yang dikenakan biaya alias gratis. Setiap tiga bulan, spot foto ini diganti-ganti agar tidak menimbulkan rasa bosan pada pengunjung. Tak sampai di situ saja. Dadap Sumilir juga memanjakan pengunjung dengan menyediakan pesawat drone untuk mempercantik fotografi atau video yang diinginkan pengunjung. Mereka pun menyediakan editor foto dan video. Pengunjung benar-benar dimanjakan, di sini.

“Kadang orang berpikir, spot foto itu ada di lokasi wisata. Kami justru sebaliknya, membangun tempat makan yang ada spot fotografinya. Tempat makan yang bisa berwisata,” tutur Irawan.

Menurut Irawan,Jumat,(5/11/2021), Dadap Sumilir dibangun dengan konsep wisata kuliner keluarga. Orang tua dan anak-anak yang datang ke sini tak hanya untuk menikmati makanan dan minuman ala Dadap Sumilir, tetapi juga bisa rekreasi sambil menikmati pemandangan alam. “Alangkah indah melihat anak dan orangtua mereka bercengkerama, makan bersama, dan berbagi pengalaman, di tempat ini,” kata Irawan, yang sehari-hari bekerja di tempat wisata ini.

Oleh karena itu, yang menjadi target market Dadap Sumilir adalah konsumen berusia 23 – 60 tahun. Itu usia dimana diperkirakan orang telah berkeluarga dan mempunyai anak.

Tak hanya soal urusan kuliner. Dadap Sumilir juga membuka peluang bagi Wedding Organizer untuk bekerja sama menggelar Wedding Party di sini. Di tempat ini dapat dibuat Garden Party. Selain itu, Dadap Sumilir representatif untuk acara reuni, arisan, sosialisasi program, atau ulang tahun anak dan keluarga. Rapat dengan kapasitas di bawah 50 orang sampai 100 orang dapat diakomodasi.

Setiap akhir pekan (weekend) diadakan live- music mulai dari pukul 16.00 – 20.00. Manajemen Dadap Sumilir menyeleksi beberapa grup musik yang akan pentas di sini, secara reguler. “Kami tetap membuka peluang untuk musisi-musisi lain di Yogyakarta untuk tampil di sini, agar merka bisa berpartisipasi. Pengunjung kita banyak merupakan wisatawan mancanegara, selain lokal. Itulah kesempatan bagi musisi Yogyakarta untuk mengeksplorasi musik mereka,” jelas Irawan.

Pada Jumat dan Sabtu mereka sajikan musik Top-40, hari Minggu tembang kenangan. Keluarga-keluarga itu merasa nyaman makan sambil dengar musik kenangan tahun 80-an dan 90-an.

Dadap Sumilir berada di lokasi wisata yang amat strategis. Seperti daun dadap yang menyembuhkan sakitdemam, di Dadap Sumilir, pengunjung akan kesegaran itu. Dan, di sore itu, angin semilir berhembus menerpa hati yang damai.* (Rika)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed