oleh

Wisata Alam, Religi, Dan Sejarah Di Gua Selarong, Bantul

-Berita, Parbud-233 views

Yogya, Komunitastodays,- Ketika pandemi Covid-19 perlahan-lahan menghilang dari kehidupan masyarakat, di saat itu pula aktivitas ekonomi warga mulai berkembang. Ibarat judul buku R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang, kehidupan warga di desa-desa di Kabupaten Bantul ikut merekah.

Demikian pula dengan kehidupan warga Dusun Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menggeliat.

Salah satu keistimewaan dari desa ini adalah terletaknya Gua Selarong, yang menjadi salah satu obyek wisata penting yang dicari wisatawan dan masyarakat. Keunikannya, Gua Selarong, dulu, menjadi tempat persembunyian Pangeran Diponegoro dan pasukannya saat melawan tentara Belanda.

Pangeran Diponegoro, di lokasi Gua Selarong sudah menjadi tempat pertapaan. Orang datang ke situ untuk menimba kekuatan. Mereka merapalkan doa-doa kepada Tuhan dalam semedi, meditasi, dan pertapaan itu. Gua Selarong pun makin dikenal sebagai lokasi keramat yang bisa memberi “berkah” kepada mereka yang berdoa dan bertapa di sini.

Menurut Mursidi dari Dinas Pariwisata, Bantul, saat ditemui awak media,Jumat,(22/10/2021) menjadi tempat pertapaan, banyak orang sakti tinggal di seputar gua ini. Bahkan Pangeran Diponegoro sendiri sudah biasa datang bertapa di sini. “Karena istri Pangeran Diponegoro ikut bersembunyi di sini sambil membantu pasukan melawan Belanda, sang istri tinggal di Gua Putri. Di situ menjadi dapur umum,” cerita Mursidi.

Mursidi bercerita lagi, ketika Belanda membangun jalan, dan jalan itu melewati pekarangan rumah Pangeran Diponegoro, tanpa ada kata permisi, tapi ditancapkan begitu saja patok pembatas, maka Diponegoro tersinggung dan mengganti patok itu dengan tombak. Belanda marah dan mencari Pangeran Diponegoro. Perang gerilya pun terjadi. Pada 21 Juli 1825 Pangeran Diponegoro dan pasukannya tiba di Selarong.

Kompleks Gua Selarong berbentuk cekungan pada sebuah tebing. Gua tersusun dari bebatuan kapur yang diikat oleh akar pepohonan yang sudah tumbuh di situ ratusan tahun. Selain Gua Selarong, juga ada Gua Putri, yang pernah digunakan istri Pangeran Diponegoro selama masa persembunyian. Selain kedua gua itu, di kompleks itu terdapat air terjun kecil, tepat di sebelah kiri Gua Kangkung. Air terjun ini akan mengalir deras saat musim hujan.

Lokasi seputar gua ini amat sejuk, karena banyak pohon yang bertumbuh di sini. Suasana seperti inilah yang umumnya dicari pengunjung karena bisa santai melepaskan letih dari aktivitas keseharian. Cukup banyak pengunjung yang datang, terutama pada hari libur (Sabtu, Minggu) dan hari libur nasional.

Walau pengunjung datang ke tempat ini mengalami 3 jenis wisata: wisata alam, wisata sejarah, dan wisata rohani. Aroma mistik dan sejarah masih terasa di tempat ini.

Kisah sejarah yang pernah diukir di lokasi ini, itulah yang membuat hati banyak orang mencari tempat ini. Di sini, pengunjung menikmati wisata rohani sekaligus wisata sejarah.

Para petugas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul siap menerangkan kisah sejarah Gua Selarong kepada para pengunjung. Cerita itu membuat rasa bangga tersendiri, karena pengunjung datang dan mengalami sendiri tempat bersejarah, di mana dulu, Pangeran Dipinegoro dan pasukannya bermarkas dan mulai bergerilya melawan kompeni Belanda. Karena itu, Gua Selarong juga dikenal dengan sebutan Gua Diponegoro.

Pada awalnya obyek wisata Gua Selarong ini dikelola oleh pihak kelurahan dengan menata lokasi ini agar layak menjadi obyek wisata. Di kemudian hari, pengelola wisata Gua Selarong diambil alih oleh Dinas Pendapatan Negara, kemudian diambil alih oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, DIY.

Sampai sekarang, belum ada kendaraan umum bertrayek yang menuju lokasi ini. Para pengunjung datang dengan membawa kendaraan sendiri. Sumbangan retribusi sekitar Rp 4.000. Namun, kehadiran obyek wisata ini telah berkontribusi pada ekonomi masyarakat seputarnya. Pada Gua Selarang, kita mendapatkan wisata alam, wisata sejarah, dan wisata rohani.* (Rika)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed