oleh

Kegiatan Ekonomi Rakyat Di Pasar Kebun Empiring Bantul

-Berita, Parbud-143 views

Jogja,Komunitastodays,-Covid-19 memang masih ada, namun kegiatan ekonomi rakyat di Pasar Kebon Empiring, Bantul, DIY sudah terlihat.

Lokasi wisata yang berjarak 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini, pada Minggu (17/10/2021) siang, terlihat ramai didatangi oleh para pengunjung. Roda ekonomi pedagang kecil bergairah kembali.

Memasuki area wisata ini, kendaraan berjalan lambat. Sejak pagi, pengunjung sudah banyak yang tiba. Mereka datang dengan keluarga, dengan mencari suasana baru.

Sekelompok anak-anak berlarian dan membasahi tubuhnya mereka pada air Kali Gawe yang sangat sejuk.

Cipratan air bak kristal putih yang memecah di udara. Mereka saling tertawa. Berenang dengan ban renang yang disewakan, anak-anak itu menari-nari menikmati kesejukan alam dan dinginnya air yang terus mengalir.

Tersedia pula alat permainan tradisional, yang dapat dimainkan anak-anak. Ini “dolan ndeso”. Pada lapak yang lain, disediakan live-music, yang memainkan lagu-lagu keroncong. Gamelan pun sering dipentaskan di sini.

Yang tak ingin berbasah-basah, memilik duduk di tikar, di bawah rimbunan pohon bambu. Angin sepoi-sepoi menghantam tubuh mereka melahirkan rasa segar.

Satu demi satu pengunjung memesan makanan dan minuman. Ada kuliner tradisional maupun yang modern. Dengan gesit, ibu-ibu pedagang melayani permintaan tamu mereka.

Sekelompok ibu tampak berkumpul di satu sudut. Menurut Bapak Indo Utomo, kaum ibu pengajian sering menggelar arisan di sini. Para pelajar dan mahasiswa juga belajar kelompok di sini, atau melakukan kegiatan outbond.

Lokasi wisata di tepi Kali Gawe ini disebut Pasar Kebon Empiring atau kebon bambu, karena para pedagang berjualan di bawah pohon bambu, pengganti rumah.

Lokasi Pasar Kebon Empiring terletak di samping Kali Gawe, Kabupaten Bantul. Di Kali inilah anak-anak berenang dalam senang.

Ada 32 lapak yang menawarkan pelbagai jenis kuliner. Harganya terjangkau kantong kelas bawah. “Semua harga terjangkau. Yang penting happy,” ujar Ibu Minah dengan senyum yang mekar.

Menurut Bapak Indo Utomo, tempat wisata ini baru berdiri pada 2018. Dulu, di area ini orang sering membuang sampah. Pada 2017 terjadi banjir besar dan melanda warga. Muncul ide untuk merombak area ini.

Warga bergotong-royong membuat jembatan gantung. Ternyata banyak orang suka berfoto di jembatan itu. Muncul ide dari kelompok komunitas untuk mendirikan Pasar Kebon Empiring di sekitar Kali Gawe. Lokasi sampah diubah jadi lokasi wisata.

Pasar Kebon Empiring dibuka setiap hari. Senin – Jumat dibuka pukul 10.00 sampai pukul 17.00. Pada Minggu, dibuka pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Sejak dilanda pandemi Covid-19, lokasi ini ditutup selama 6 bulan.

Pengunjung tidak diminta bayaran, kecuali mobil besar yang parkir. Parkir motor gratis.

Ada 5 lapak menjual hasil bumi dan kerajinan warga sekitar lokasi, sebagai wujud pemberdayaan ekonomi warga.

Warga berharap, pandemi Covid-19 cepat berlalu. Habis Covid, terbitlah terang pada ekonomi warga. (Rika)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed