oleh

Anak Seorang Maestro Seni Lukis Batik Tradisional Double in oil Paintings Mendesign Rumah Seni menjadi Arts Gallery, Suatu Rumah Budaya Dengan Sentuhan Karya Masterpiece Ayahnya Dan Lukisan Seniman Jogjakarta

-Berita, Parbud-702 views

Yogya,Komunitastodays,- Terletak di lokasi yang sangat sejuk dan adem, asri, tenang, dan alamiah, Astuti Gallery Homestay, Bantul, Yogyakarta, ini sudah berada sejak 01 April 2012.

Astuti Galery Homestay ini dibangun sendiri oleh pemiliknya Yuni Sari Wulandari yang sesungguhnya adalah seorang anak seniman dari pelukis senior Indonesia dan punya nama di mancanegara yaitu, Johanes Darmo  Astuti yang lebih di kenal Astuti Gallery.

Saat team Komunitastodays melangkahkan kakinya,Minggu,(3/10/2021) ke kompleks ini, aroma ketenangan dan spiritual seakan langsung menyambut kami. Sebuah kawasan seluas 1.250 meter persegi. Berdiri tegak sebuah gallery lukis dan property yang dirancang dengan inspirasi konsep Buddhism.

Ada 9 kamar untuk tamu, dan 3 kamar lainnya dipakai untuk manajemen kantor. Setiap kamar menyediakan fasilitas yang memadai. Soal keamanan pun terjamin dengan CCTV yang ada di setiap sudut area.

Saat ditemui, Wulan menceritakan process dari saat merancang bangunan ini sendiri dan keseluruhan nya, Dia sangat terinspirasi dengan apa yang ada di Ubud, Bali, area desa bangun jiwo dan area sekitar  Astuti Gallery Homestay ini kalau bisa menjadi ubud nya Jogjakarta dan saat itu wulan mendesign sebuah property yang di bangun, ini hanya satu satunya yang ada di area Bangun jiwo. Bantul yang telah berdiri untuk Sebuah Gallery lukisan , sekaligus bisa tinggal dan menikmati seni karya maestro yang telah di padu dengan interior design Eropa di setiap kamar-kamar beserta sudut ruangan di office, Bar dan resto, meeting room dan basements yang di pajang dengan seni lukis di setiap dinding dan di padukan design interior dengan  Bangunan khas Joglo Jawa dan home interior konsept furniture modern disign  yang di rancang untuk interior Eropa khususnya di Belgium , Belanda yang di distribute/di salurkan kan di negara eropa lainnya.

Astuti Gallery Homestay terdapat banyak kegiatan yang di tawarkan kepada para tamu terutama bagi para turis mancanegara, seperti yoga dan spiritual tenaga dalam untuk rileksasi, kursus membatik, memasak makanan khas Yogyakarta, belajar Gamelan jawa dan mengadakan city Tour yang berhubungan dengan cagar alam seperti mengunjungi  candi Borobudur, Candi Prambanan dan sekitar nya, Kraton, Taman sari dan desa kerajinan perak nya untuk para tamu yang telah menginap tinggal sementara di Astuti Gallery homestay.

Wulan, lalu merancang tempat untuk berlatih yoga dan spiritual, selain menggelar kursus membatik dan memasak terutama bagi para turis mancanegara. Sering tempat ini malah dikenal sebagai tempat latihan yoga dan spiritual. Selain itu, Wulan juga memberi kursus memasak menu Jawa, khususnya Yogyakarta dan Eropa. Maklum, ia sempat tinggal di Eropa. Ia juga sempat ikut kursus Italian food dan belajar pada seorang juru masak (chef), sehingga ia paham hingga yang detil-detil soal menu.

Dalam mengelola menu untuk tamu di homestay, Wulan hanya ditemani seorang asisten yaitu anak nya sendiri dengan lulusan commerce Australia. Wulan gembira ketika mengajarkan 20 orang bule mengulek-ulek bumbu untuk menu Jawa.

Bersama dengan kedua anaknya Bintha N Drinadi dan Arya Givary  Hiemstra / Mario Zwinkel, Wulan mengelola Homestay tersebut beserta Art Gallery lukisan dengan banyak koleksi maestro beserta lukisan pelukis yang telah  lulus dari  Institute Seni  Jogjakarta .Disitu pula Business home interior design konsept menjadi suatu interior yang menarik yang di padu dari kayu jati tua yang berumur ratusan tahun telah membalut semua interior di property Astuti Gallery Homestay. Dengan di hidang kan menu  masakan khas tradional  jawa yang di kemas serta disajikan di Budha Bar & Resto , di campur masakan khas eropa  yg di kemas sendiri dengan ide ide tangan wulan, yg mana design dapur yang terbuka dan ramah  untuk memperlihatkan cara memasak traditional kepada tamu tamu  yang tinggal di Astuti Galerry Homestay sambil menikmati music lounge tradional dan lukisan Maestro seorang seniman Handal yaitu ayahnya sendiri.

Wulan adalah merupakan orang yang pertama membangun homestay di area Bangunjiwo, Bantul dengan Kontur  tanah  yang miring dan menurun tak seorangpun mau melirik daerah ini dan Wulan merancang Agar pengunjung lebih ramah datang ke tempat ini, Wulan meneruskan gallery lukisan  minyak Ayah nya dan di padukan area hunian yg khas dengan seni untuk tamu tamu yang datang dan tinggal di Astuti Gallery Homestay dengan menikmati seni lukisan dan design furniture modern yang di rancang untuk di salurkan ke eropa khususnya negara Belgian dan Belanda, Sejak itu banyak kolektor lukisan yang datang, baik dari Jakarta maupun dari mancanegara. Beberapa kolektor itu punya museum. Dari situ terbangun kerja sama antara Astuti gallery dengan jaringannya di luar negeri.

Johanes Darmo Astuti, adalah pelukis yang karya-karya lukisanya dengan sapuan batik lukisan yang Autantic dan original dengan aliran ( abstract, landscape, Surialism)  dan lukisan cat minyak yang sudah dikenal di beberapa negara Eropa , Asia, Amerika dan Australia sebagai  pelukis senior di modern art yang spektakuler dengan idea dan Inspirasi yang sangat Brilliant.

Adapun karya karya dari ayahnya Wulan di cat minyak dan membentuk suatu karya dengan process sapuan historical tentang pengalaman melukis menciptakan style  kubisme, realise, abstrak,expressionists serta Impressionist merupakan perpaduan semua karya-karya masterpiece. Semua ada di  Astuti Gallery Homestay yang berdiri dan di buka sejak 01 April  2012. memang lebih dikenal di mancanegara ketimbang di Indonesia.

Ayahnya Wulan, Bapak Astuti Beliau sebelum menekuni di dunia Melukis yang otodidak, dia menjadi staff suatu perkebunan Belanda sebagai kepala perkebunan di tahun 1960 an dan di tahun 1975 an telah menekuni Dunia Melukis di Jogjakarta sampai ahkirhayat nya di tahun 2015 di bulan juni. Semasa Hidupnya ia sering menggelar pameran di museum Sri Baduga Bandung & mancanegara. Ada sekian banyak muridnya, dari dalam negeri maupun luar negeri. Mereka suka belajar melukis dan membatik dari Johanes Darmo Astuti. Salah satu murid yang sekarang sangat terkenal adalah  salah satunya pelukis Nasirun dengan Aliran traditional budaya jawa yg di expresikan  di oil in canvas

Setelah Ayah nya  meninggal, Wulan sebagai putri dari seorang pencetus seni lukis Batik traditional  ke modern  lukis cat minyak dari sini mulai berpikir bagaimana agar publik bisa menikmati karya lukis ayahnya. Lalu tercetuslah Astuti Gallery Homestay yang terletak di Jl. Raya Selarong, No. 12, RT 03, Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184.

Johanes Darmo Astuti adalah merupakan seorang maestro seniman tradisional menuju modern, seniman yang patut dikenang publik di Indonesia tentang kebudayaan dan seni yang sangat membanggakan.(Ferry/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed