oleh

Pengusaha Sektor Perikanan Keluhkan Rencana Kementerian Kelautan Dan Perikanan Naikkan Target PNBP 12 Triliun Pada Tahun 2024

-Berita, Nasional-129 views

Jakartaa,Komunitastodays,- Yang bisa meramal kapan pandemi Covid-19 berakhir. Di tengah gencarnya usaha menurunkan angka positif Covid, Varia Delta dan Mu muncul. Korban varian Delta begitu banyak dan daya tularnya cukup cepat.

Pandemi ini memukul para pengusaha perikanan dan pada gilirannya para nelayan yang akan mengalami derita tiada akhir.

Masih dalam kondisi terpuruk seperti ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan target pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor perikanan menjadi Rp 12 triliun pada 2024. Padahal PNBP sektor ini pada 2020 bernilai Rp 600 miliar.

Saat ini pemerintah sedang menggenjot berbagai kebijakan pengelolaan perikanan tangkap agar berkontribusi meningkatkan PNBP, antara lain dengan dengan menyederhanakan regulasi.

Selain menggenjot PNBP, KKP juga mengembangkan perikanan budidaya dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut. Dengan meningkatkan kegiatan budidaya, produksi perikanan tangkap akan menurun. Ini berdampak pada pendapatan para nelayan.

Kondisi nelayan di masa pandemi ini sedang terpuruk. Mereka kekurangan bahan baku, akibatnya produksi berkurang dan pendapatan pun berkurang. Perusahaan penangkapan ikan terjun bebas. Di Jawa Timur, sekitar 15.000 karyawan terancam menganggur.

James Then dari  Asosiasi Himpunan Fusi Nusantara, mengatakan, saat ini harga ikan turun, income nelayan berkurang. Mengapa harus naikkan target PNBP hingga 20 kali lipat padahal saat banyak kapal mengalami kerugian seperti yg telah terjadi pada Perum Perindo yg mengalami kerugian hampir 200 Milyar.

Klu KKP tetap membuat kebijakan yg memberatkan Pengusaha dan nelayan sehingga tak bisa bekerja, Nelayan siap menganggur & ikat kapal di pelabuhan kemudian akan memperjuangkan nasib dengan unjuk rasa besar2an secara Nasional.

selama ini Eksportir Pengalengan ikan juga mengalami diskriminasi tarif di Amerika yg 12,5% dan Eropah 20,5 % ( Vietnam & Philipina 0 %) sampai saat tidak pernah diperjuangkan Pemerintah .

bahkan saat ini ada sekitar 200 container ikan & Cumi yg export ke China akan ditolak dengan alasan COVID-19.

Yang Paling Menyakitkan Lg Saat ini ada indikasi kapal asing akan masuk Kembali ke Indonesia yg sebelumnya sudah ditutup oleh Mantan MKP Ibu Susi Pujiastuti.

“Harapan ada pada Presiden Joko Widodo. Beliau harus turun tangan, melihat kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata James Then.

Melihat kondisi masyarakat yang susah dan terpuruk, James Then dan sejumlah pengusaha perikanan memberi bantuan 70.000 produk ikan olahan dan 5.000 paket sembako. Bantuan itu diserahkan kepada Polda Metro Jaya lewat Polres Jakarta Pusat guna dibagikan kepada masyarakat terdampak peduli.

James berharap bantuan yang diambil dari CSR perusahaan itu dapat membantu sesama yang sedang bersusah hati karena pandemi. Bantuan itu tak lain ungkapan rasa cinta yang tulus kepada sesama manusia.(Ferry/red)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed